Kemarin, saat ku menunggu bis yang lewat seorang anak tiba-tiba meminta uang padaku.
"Mbak, punya uang dua ribu", ucapnya.
Kucoba melemparkan senyum padanya sebagai tanda penolakan. Namun, ia masih juga ngotot minta uang padaku.
"Emang, uang dua ribu mau buat apa, dek?" tanyaku menyelidik. Maklum pengalaman telah mengajariku untuk tak sembarangan memberi pada peminta-minta. Lha gimana? Kadang dengan hasil seperti itu, malah dibuat untuk ngegame di mall.
"buat ongkos pulang, mbak".
"Emang kamu pulangnya ke mana?"
"Ke Mangkang," jawabnya singkat
Setelah kuamat-amati wajahnya, aku pun tak tega. Sampai kukeluarkan uang 2 ribuan dari dompet dan langsung kuberikan padanya.
Saat itu, banyak bis yang menuju ke arah Mangkang sudah lewat. Namun, ia tak juga naik. Hingga bis yang kumaksud lewat, si anak ini masih juga duduk-duduk di bawah jembatan penyeberangan sambil bersandar ke tiang jembatan.
Selang satu hari, aku lewat lagi di situ. Dan kulihat si anak itu juga ngetem di temapt yang sama seperti kemarin. Saat kumelihatnya ia seolah malu sambil memalingkan wajah.
Oaladalah.... Kemarin kutertipu oleh kepolosannya. HUftftfttft......
Kamis, 19 November 2009
Selasa, 17 November 2009
No Friends, No Story
Di saat yang lain terbuai dengan mimpi, kucoba merajut asa masa depan. Entah mengapa ya dalam perjalanan ini ku belum jua mengambil satu kelopak bunga lagi. Biarlah kelopak-kelopak bunga ini menjadi penuntun langkah kakiku. Hingga suatu saat nanti semua kelopak bunga itu mampu kurangkai menjadi sebuah rangkaian bunga yang indah. Hehe.. jadi mellow banget ya? :)
gara-gara lama nggak nulis di blog niih... Ini juga nulisnya sambil cari-cari inspirasi dibalik kepenatan ngerjain proses skripsi.
Ternyata, berbagi pada seorang kawan bukanlah sebuah hal yang memalukan. Entah itu kisah sedih atau senang, seolah satu beban di pundak ini berkurang.
Sebuah masalah kalau bisa ku selesaikan sendiri pasti juga kutangani sendiri. Namun kadang, untuk beberapa hal kita perlu orang lain-teman misalnya. Itulah yang namanya makhluk sosial kali ya? Karena kita juga terkadang harus bertanya agar langkah yang kita ambil tidaklah menimbulkan sesal di kemudian hari. Secara kasarnya, kalau emang nyesel nantinya kan ada yang nemenin. :D Pastinya tak ada manusia yang sempurnya kan? Jadi saling mengisi aja deh kelebihan dan kekurangan masing2.
Kemarin ada kutipan menarik dari sang motivator yang bilang begini: Jika anda ingin dimuliakan Tuhan, maka muliakanlah ciptaan-Nya.
Ok, So keep smile! :)) karena satu beban (nulis-red) tlah berkurang, izinkan aku melanjutkan pengembaraan ya? Wkekkekkwkkk....
gara-gara lama nggak nulis di blog niih... Ini juga nulisnya sambil cari-cari inspirasi dibalik kepenatan ngerjain proses skripsi.
Ternyata, berbagi pada seorang kawan bukanlah sebuah hal yang memalukan. Entah itu kisah sedih atau senang, seolah satu beban di pundak ini berkurang.
Sebuah masalah kalau bisa ku selesaikan sendiri pasti juga kutangani sendiri. Namun kadang, untuk beberapa hal kita perlu orang lain-teman misalnya. Itulah yang namanya makhluk sosial kali ya? Karena kita juga terkadang harus bertanya agar langkah yang kita ambil tidaklah menimbulkan sesal di kemudian hari. Secara kasarnya, kalau emang nyesel nantinya kan ada yang nemenin. :D Pastinya tak ada manusia yang sempurnya kan? Jadi saling mengisi aja deh kelebihan dan kekurangan masing2.
Kemarin ada kutipan menarik dari sang motivator yang bilang begini: Jika anda ingin dimuliakan Tuhan, maka muliakanlah ciptaan-Nya.
Ok, So keep smile! :)) karena satu beban (nulis-red) tlah berkurang, izinkan aku melanjutkan pengembaraan ya? Wkekkekkwkkk....
Asing
Ku terdampar di antara rajutan kisah tak berujung
Mencoba menggelepar laksana ikan yang terdampar
Terbelenggu ku di antara pulau tak bertuan
Inginku susuri samudera
Tapi apa daya
Tubuhku telah membatu
Hanya jejak kaki yang mampu temaniku
Di tanah tak bertuan ini
Mencoba menggelepar laksana ikan yang terdampar
Terbelenggu ku di antara pulau tak bertuan
Inginku susuri samudera
Tapi apa daya
Tubuhku telah membatu
Hanya jejak kaki yang mampu temaniku
Di tanah tak bertuan ini
Selasa, 27 Oktober 2009
I Like This
Menonton cerita-cerita yang tak terlalu monoton, dibumbumbui aroma percintaan yang mengetarkan hati, bahkan hingga menguras air mata. Apalagi diperankan oleh bintang2 asia yang nggak ngebosenin. Wuihh,,, pokoknya asyik banget deh.
Itulah cermin awal kesukaanku pada drama-drama korea. Di antaranya ada serial Full House yang nggak ngebosenin meski udah ditonton berkali-kali.
Apalagi kalau nonton bareng2, pasti salah satu di antara kami ada yang nangis. Hiks, kadang ceritanya benar2 mengharukan sih. Waah jadi pingin bikin resensi drama2 korea niih. Moga kapan2 bisa terwujud deh... :))
Itulah cermin awal kesukaanku pada drama-drama korea. Di antaranya ada serial Full House yang nggak ngebosenin meski udah ditonton berkali-kali.
Apalagi kalau nonton bareng2, pasti salah satu di antara kami ada yang nangis. Hiks, kadang ceritanya benar2 mengharukan sih. Waah jadi pingin bikin resensi drama2 korea niih. Moga kapan2 bisa terwujud deh... :))
Menanti Sebuah Jawaban
Tak terasa
Waktu terus berputar
Tapi perahuku belum juga menepi
Ombakpun selalu datang tiba-tiba
Perahuku terombang-ambing
Di tengah pusaran arus yang menggulung
Bisakah terus melaju
Di tengah ganasnya riak
Mampukah perahuku ini menepi
Segera!!!
Waktu terus berputar
Tapi perahuku belum juga menepi
Ombakpun selalu datang tiba-tiba
Perahuku terombang-ambing
Di tengah pusaran arus yang menggulung
Bisakah terus melaju
Di tengah ganasnya riak
Mampukah perahuku ini menepi
Segera!!!
Selasa, 20 Oktober 2009
Asa yang Terkoyak
Pagi ini, kurasakan alam seolah tak bersahabat denganku. Meski jam masih manunjukkan pukul 7 pagi, namun teriknya mentari sudah munusuk-nusuk kulit. Padahal rencanaku pagi ini harus ke pasar. Hehe... Maklum mumpung di rumah, bisa nganterin bunda belanja.
Dibandingkan dengan kasih sayang bunda yang begitu tulus, rasanya panasnya mentari yang menampar wajahku menjadi hangat. Sehangat kasih bunda kali ya? Apalagi dalam perjalanan bisa menikmati hamparan sawah yang hijau. Bagai hamparan permadani. Diiringi nyanyian burung yang juga hendak berburu.
Dengan satu-satunya skuter yang sering masuk angin, aku harus membawanya dengan hati-hati. Sehingga, di tengah perjalanan bunda sering mengajakku ngobrol agar aku tak merasa jenuh.
Di saat motorku masih melaju, kulayangkan pandang ke pengendara yang baru saja berbelok dari jalan kampung. Dan saat itu pulalah kuterhenyak,terkejut, kaget, dan bingung. Pengendaranya adalah orang yang telah lama mengisi relung hatiku. Tak ada kata. Yang ada hanya diam. Sekejap dunia kurasa berhenti berputar. Meski kata tak sempat terucap. Namun, dari tatap matanya kutahu masih ada sisa cinta di hati.
Sejenak kisah itupun menari-nari di pikiranku. Hanya antara aku dan dirimu (mantanku). Meski kata orang, rasa yang tumbuh di hatiku itu hanya cimon (cinta monyet). Mungkin lucu juga ya, kok bisa disebut cimon Itu? Kasihan kan si monyet, selalu menjadi bahan olok2 bagi manusia. Hehehe..
Meski dulu sekolah kita berbeda, namun kita masih dapat bertemu. Walaupun cuma sekali dalam seminggu. Entah mengapa, bersamanya ku selalu merasa bahagia. Kadang aku curhat soal guru2 di sekolahku yang killer. Gimana nggak killer, lha wong dia Suka sekali menghukum murid2nya berdiri di depan kelas kalau tak bisa mengerjakan soal yang diberikannya. Tentang teman2 suka usil, jahil, dan senang sekali kalau jam kosong...
Kau pun tak kalah seru bercerita tentang teman2mu yang sulit sekali diatur. Ada yang nekat bolos pd saat jam istirahat, rebutan cewek yang lebih sring berujung di meja guru BP, atau kegiatan ekstramu yang selalu menang di tiap pertandingan antarsekolah.
Dulu, semua begitu indah. Kita sering merancang mimpi2 kita setelah lulus dari meja pendidikan. Menyusul langkah teman2 kita yang sudah punya anak yang lucu2...
Namun, sepertinya semua itu hanya tinggal asa yang tertiup badai katrina. Semenjak kelulusan itu, kita pun terpisah. Kau lebih memilih negeri tetangga untuk mencapai gelar sarjanamu. Sedangkan aku, akan tetap berguru di kota ini.
Selain itu, aku tak ingin meninggalkan bundaku yang sudah mulai senja. Sejak kepergian ayah, hanya aku yang bisa menemaninya. Kedua kakakku telah memiliki keluarga sendiri2. Apalagi bunda juga tak ingin menjadi beban bagi mereka.
Dan asap itupun mulai membakar setiap asa yang kita rajut bersama. Kejeniusanmu pun membawamu makin jauh dariku.
Empat bulan tak berjumpa, membuatku kangen. Tiba-tiba di suatu pagi, kau muncul di depan pagar rumahku.Seulas senyum tersungging menyihir pagi yang akan kulalui.
(to be continued....)
hehe,, dah ngantuk banget niih..>_<
Dibandingkan dengan kasih sayang bunda yang begitu tulus, rasanya panasnya mentari yang menampar wajahku menjadi hangat. Sehangat kasih bunda kali ya? Apalagi dalam perjalanan bisa menikmati hamparan sawah yang hijau. Bagai hamparan permadani. Diiringi nyanyian burung yang juga hendak berburu.
Dengan satu-satunya skuter yang sering masuk angin, aku harus membawanya dengan hati-hati. Sehingga, di tengah perjalanan bunda sering mengajakku ngobrol agar aku tak merasa jenuh.
Di saat motorku masih melaju, kulayangkan pandang ke pengendara yang baru saja berbelok dari jalan kampung. Dan saat itu pulalah kuterhenyak,terkejut, kaget, dan bingung. Pengendaranya adalah orang yang telah lama mengisi relung hatiku. Tak ada kata. Yang ada hanya diam. Sekejap dunia kurasa berhenti berputar. Meski kata tak sempat terucap. Namun, dari tatap matanya kutahu masih ada sisa cinta di hati.
Sejenak kisah itupun menari-nari di pikiranku. Hanya antara aku dan dirimu (mantanku). Meski kata orang, rasa yang tumbuh di hatiku itu hanya cimon (cinta monyet). Mungkin lucu juga ya, kok bisa disebut cimon Itu? Kasihan kan si monyet, selalu menjadi bahan olok2 bagi manusia. Hehehe..
Meski dulu sekolah kita berbeda, namun kita masih dapat bertemu. Walaupun cuma sekali dalam seminggu. Entah mengapa, bersamanya ku selalu merasa bahagia. Kadang aku curhat soal guru2 di sekolahku yang killer. Gimana nggak killer, lha wong dia Suka sekali menghukum murid2nya berdiri di depan kelas kalau tak bisa mengerjakan soal yang diberikannya. Tentang teman2 suka usil, jahil, dan senang sekali kalau jam kosong...
Kau pun tak kalah seru bercerita tentang teman2mu yang sulit sekali diatur. Ada yang nekat bolos pd saat jam istirahat, rebutan cewek yang lebih sring berujung di meja guru BP, atau kegiatan ekstramu yang selalu menang di tiap pertandingan antarsekolah.
Dulu, semua begitu indah. Kita sering merancang mimpi2 kita setelah lulus dari meja pendidikan. Menyusul langkah teman2 kita yang sudah punya anak yang lucu2...
Namun, sepertinya semua itu hanya tinggal asa yang tertiup badai katrina. Semenjak kelulusan itu, kita pun terpisah. Kau lebih memilih negeri tetangga untuk mencapai gelar sarjanamu. Sedangkan aku, akan tetap berguru di kota ini.
Selain itu, aku tak ingin meninggalkan bundaku yang sudah mulai senja. Sejak kepergian ayah, hanya aku yang bisa menemaninya. Kedua kakakku telah memiliki keluarga sendiri2. Apalagi bunda juga tak ingin menjadi beban bagi mereka.
Dan asap itupun mulai membakar setiap asa yang kita rajut bersama. Kejeniusanmu pun membawamu makin jauh dariku.
Empat bulan tak berjumpa, membuatku kangen. Tiba-tiba di suatu pagi, kau muncul di depan pagar rumahku.Seulas senyum tersungging menyihir pagi yang akan kulalui.
(to be continued....)
hehe,, dah ngantuk banget niih..>_<
Senin, 19 Oktober 2009
30 Syawal 1430 H
Hi,
Duh seneng banget deh, tadi habis ada acara halal bihalal ma temen2 HW. Nggak terasa acara yang udah lama banget direncanain itu baru bisa jalan sekarang. Meski jatuhnya pas hari terakhir di bulan syawal. Hehehe...
Saat-saat seperti inilah mungkin nantinya yang ngangenin. Ngumpul bareng teman2, ngobrol, bercanda, dan kebersamaan...
Selain saling maaf2an, agenda keredaksian juga harus tetep jalan. Makanya dibahas juga kegiatan2 mendatang. Tampaknya weekend bakal penuh deh jadwalnya...
So, guys tetep semangaat aj ya!!! ^_^
Duh seneng banget deh, tadi habis ada acara halal bihalal ma temen2 HW. Nggak terasa acara yang udah lama banget direncanain itu baru bisa jalan sekarang. Meski jatuhnya pas hari terakhir di bulan syawal. Hehehe...
Saat-saat seperti inilah mungkin nantinya yang ngangenin. Ngumpul bareng teman2, ngobrol, bercanda, dan kebersamaan...
Selain saling maaf2an, agenda keredaksian juga harus tetep jalan. Makanya dibahas juga kegiatan2 mendatang. Tampaknya weekend bakal penuh deh jadwalnya...
So, guys tetep semangaat aj ya!!! ^_^
Langganan:
Postingan (Atom)