Jumat, 26 Maret 2010

SadEnd

Dalam hidup ini, aku tak pernah tahu kapan bahagia kan datang dan pergi? Begitu pun hadirmu. Denganmu ku tahu warnanya cinta...

Kini, hanya pada-Mu kupasrahkan segalanya. Jika perpisahan ini lebih baik untukku dan untuknya, maka biarlah rasa ini pergi dengan pelan2 saja...

Seperti sebuah cerita, yang tak selamanya berakhir bahagia. Semoga ku ikhlas menerima semua ini. Beri kekuatan padaku, Ya Rabb. Agar ku bisa melangkah ringan tanpa beban tuk wujudkan impian. Amiinn...

Minggu, 17 Januari 2010

Minggu yang Berat

Minggu ini merupakan minggu yang berat bagiku. Di awal minggu, yakni hari senin kemarin ayahanda dari salah satu personel Lautan Jilbab, Habib, telah berpulang ke rahmatullah. (Semoga beliau mendapatkan tempat yang layak di sisiNya). Amiin....

Kabar yang datang dari seorang kawan membuatku sempat shock. Apalagi berita itu datang di saat kesadaranku masih belum pulih-dari tidur. Antara kaget, sedih, dan bingung. Semua campur jadi satu. Mungkin perasaan ini juga dirasakan oleh teman2 yang lain juga. Tapi walau bagaimanapun kita hanya bisa berdoa saja, kawan.

Hari selasa, rasanya habis senam badan malah capek semuanya. Dan rasa itu tetap bertahan hingga hari berikutnya. Alhasil, jadwal wawancara dengan narasumber batal. Pada hari itu juga, salah satu personil Lautan Jilbab, Rani, kehilangan dompet dan flashdisnya di perpus. Wah, sempat shock juga nih. Belum ada satu tahun, ia harus mengurus surat-surat penting lagi. Moga yang nyolong itu nggak tenang hidupnya. Hehehe... Untuk saat ini harapannya baru demikian karena gemes banget dengan orang2 yang suka ngambil barang orang lain tanpa izin alias nyolong tadi. Mungkin juga ada pelajaran yang mesti dipetik bahwa lain kali bisa lebih hati-hati lagi ya?

Hari jumat, wawancara itu baru terlaksana. Untung ada Deean yang mau nganter buat wawancara. Makasih banget ya, dee? Ternyata Tuhan masih sayang pada kita. Mungkin tahu perjuangan kita yang pantang menyerah, akhirnya awan yang menggumpal itu pun tak mengeluarkan isinya dengan deras. Ditemani rintik gerimis, kita berhasil mendaki bukit Tembalang. Cayooo..!!!

Menjadi berat lagi karena minggu ini urusan harus kelar smua. Dari tulisan, laporan keuangan hingga proposal iklan. Bagaimana ngatur waktunya ya? Alhasil jam tidur menjadi lebih malam lagi. Akhirnya kebiasaan lama bersemi kembali. Tidur di saat mungkin orang-orang memulai aktivitasnya. Hahahagz...

Ups, untuk sementara harapan dari seseorang yang disana belum bisa kupenuhi. Maaf ya yang, ini tanggung jawab yang mesti dikerjakan...

Semoga semua tanggung jawab ini bisa selesai tepat pada waktunya. Yupz, tetep semangat!!!

Kamis, 19 November 2009

Dasar kancil

Kemarin, saat ku menunggu bis yang lewat seorang anak tiba-tiba meminta uang padaku.

"Mbak, punya uang dua ribu", ucapnya.
Kucoba melemparkan senyum padanya sebagai tanda penolakan. Namun, ia masih juga ngotot minta uang padaku.
"Emang, uang dua ribu mau buat apa, dek?" tanyaku menyelidik. Maklum pengalaman telah mengajariku untuk tak sembarangan memberi pada peminta-minta. Lha gimana? Kadang dengan hasil seperti itu, malah dibuat untuk ngegame di mall.
"buat ongkos pulang, mbak".
"Emang kamu pulangnya ke mana?"
"Ke Mangkang," jawabnya singkat
Setelah kuamat-amati wajahnya, aku pun tak tega. Sampai kukeluarkan uang 2 ribuan dari dompet dan langsung kuberikan padanya.
Saat itu, banyak bis yang menuju ke arah Mangkang sudah lewat. Namun, ia tak juga naik. Hingga bis yang kumaksud lewat, si anak ini masih juga duduk-duduk di bawah jembatan penyeberangan sambil bersandar ke tiang jembatan.

Selang satu hari, aku lewat lagi di situ. Dan kulihat si anak itu juga ngetem di temapt yang sama seperti kemarin. Saat kumelihatnya ia seolah malu sambil memalingkan wajah.

Oaladalah.... Kemarin kutertipu oleh kepolosannya. HUftftfttft......

Selasa, 17 November 2009

No Friends, No Story

Di saat yang lain terbuai dengan mimpi, kucoba merajut asa masa depan. Entah mengapa ya dalam perjalanan ini ku belum jua mengambil satu kelopak bunga lagi. Biarlah kelopak-kelopak bunga ini menjadi penuntun langkah kakiku. Hingga suatu saat nanti semua kelopak bunga itu mampu kurangkai menjadi sebuah rangkaian bunga yang indah. Hehe.. jadi mellow banget ya? :)
gara-gara lama nggak nulis di blog niih... Ini juga nulisnya sambil cari-cari inspirasi dibalik kepenatan ngerjain proses skripsi.

Ternyata, berbagi pada seorang kawan bukanlah sebuah hal yang memalukan. Entah itu kisah sedih atau senang, seolah satu beban di pundak ini berkurang.

Sebuah masalah kalau bisa ku selesaikan sendiri pasti juga kutangani sendiri. Namun kadang, untuk beberapa hal kita perlu orang lain-teman misalnya. Itulah yang namanya makhluk sosial kali ya? Karena kita juga terkadang harus bertanya agar langkah yang kita ambil tidaklah menimbulkan sesal di kemudian hari. Secara kasarnya, kalau emang nyesel nantinya kan ada yang nemenin. :D Pastinya tak ada manusia yang sempurnya kan? Jadi saling mengisi aja deh kelebihan dan kekurangan masing2.

Kemarin ada kutipan menarik dari sang motivator yang bilang begini: Jika anda ingin dimuliakan Tuhan, maka muliakanlah ciptaan-Nya.

Ok, So keep smile! :)) karena satu beban (nulis-red) tlah berkurang, izinkan aku melanjutkan pengembaraan ya? Wkekkekkwkkk....

Asing

Ku terdampar di antara rajutan kisah tak berujung
Mencoba menggelepar laksana ikan yang terdampar

Terbelenggu ku di antara pulau tak bertuan
Inginku susuri samudera
Tapi apa daya
Tubuhku telah membatu

Hanya jejak kaki yang mampu temaniku
Di tanah tak bertuan ini

Selasa, 27 Oktober 2009

I Like This

Menonton cerita-cerita yang tak terlalu monoton, dibumbumbui aroma percintaan yang mengetarkan hati, bahkan hingga menguras air mata. Apalagi diperankan oleh bintang2 asia yang nggak ngebosenin. Wuihh,,, pokoknya asyik banget deh.

Itulah cermin awal kesukaanku pada drama-drama korea. Di antaranya ada serial Full House yang nggak ngebosenin meski udah ditonton berkali-kali.

Apalagi kalau nonton bareng2, pasti salah satu di antara kami ada yang nangis. Hiks, kadang ceritanya benar2 mengharukan sih. Waah jadi pingin bikin resensi drama2 korea niih. Moga kapan2 bisa terwujud deh... :))

Menanti Sebuah Jawaban

Tak terasa
Waktu terus berputar
Tapi perahuku belum juga menepi

Ombakpun selalu datang tiba-tiba
Perahuku terombang-ambing
Di tengah pusaran arus yang menggulung

Bisakah terus melaju
Di tengah ganasnya riak
Mampukah perahuku ini menepi
Segera!!!